Sebuah Catatan Facebook Tentang Belajar Ikhlass…

fb

hampir di ujung April…

April yg banyak meninggalkan cerita. mulai dari hujan panas yang enggak berhenti sampai serunya pemilu kemaren. Aku lihat di TV,banyak caleg yang stress karena gagal. Mungkin mereka sudah berkorban buanyak sekali,demi sebuah kursi. sebelum hari pencontrengan, mereka menyatakan tidak mengeluarkan satu perakpun untuk pencalonannya. then,ketika di nyatakan gagal,rame rame menjerit kl mereka sampai jual tanah untuk biaya nyaleg. ya iyalahh,emang hari gini,,masih ada yang gratisann??

aku bukan cuma baca di koran,atau lihat di TV. tapi tetangga kami yang tadinya sudah berumah lumayan mewah,sekarang back to contracan… seandainya sebelum memutuskan jadi caleg dia udah komit dengan keluarganya,istri dan anak-anaknya,bahwa ada harga untuk perjuangan jadi caleg, mungkin istri dan anak-anaknya gak akan complain. tapi kl cuma sor-sor sendiri?! kan kesian keluarganya ya?
untunglah,salah seorang anggota keluargaku yang kemaren jadi caleg enggak ikut-ikutan stress seperti yang lain… 🙂

Saat ku tanya apa dia tidak kecewa dengan gagalnya meraih sebuah kursi? Dia cuma senyum (walau dengan senyum asseeeemmm buanget!)

” Kecewa adalah,tapi itulah perjuangan. namanya juga usaha..”

“Emang ga keluar biaya?” Tanyaku..

“Jujur,kalau uang,seharga satu kereta(motor) adalaaahhh… untuk bikin baliho,spanduk,sosialisasi

,de el el…semua kan harus di bayar.”

“iya,tapi jangan sampe stress ya? aku takut aja besok besok kau udah nendang-nendang kaleng sambil menyumpah nyumpah..”

Dan..dia tertawa terbahak bahak…

“itulah perjuangan,sudah maksimal…kalau ternyata enggak dapet,berarti belom rezeki. mau menjerit pun aku sampai putus urat leherku,kalau memang enggak rezekiku,ya enggak dapat…”

Aku terdiam.

“Iya sih,tapi caleg lain yang sama sama satu partai denganmu dapet…jangan-jangan mereka main di KPU?” tanyaku lagi.

Dan dia menjawab,

“Percayalah kau,rezeki itu enggak pernah tertukar. Allah itu sudah menentukan rezeki masing-masing kita. enggak mungkin malaikat silaf meletakkan rezekiku ke tangan orang lain. atau meletakkan rezeki orang lain di tanganku.. Ikhlas sajalah… ada rencana Allah yang lebih baik ke depannya. kadang-kadang kegagalan di awal melahirkan kesuksesan di belakang. Aku toh harus menyelesaikan S2 ku,insyaAllah akan berlanjut ke S3. mungkin saja aku bisa lebih sukses dari anggota dewan yg berhasil sekarang. Walau sudah habis sekian juta,aku masih bisa bersyukur,enggak habis2an kayak yg lain…masih punya kerjaan dan kegiatan lain. aku juga bersyukur,akhirnya aku bisa belajar politik itu seperti apa. Yang penting usaha,bersyukur,dan ikhlassss…”

Aku terdiam. BERSYUKUR dan IKHLAS..

kata yang gampang di ucapkan,di tuliskan,tapi sulit sekali di lakukan..
Saat kegagalan datang,atau kenyataan tak sesuai dengan harapan,pastinya kecewa yang datang. Mungkin Dia,sama seperti aku,bahkan jutaan orang di dunia ini pasti pernah merasakan kegagalan dan kekecewaan..

Tau enggak,,
Kecewa itu pasti akan menjadi penyakit kalau kita kita tak mampu mengatasinya…(aahh,aku koq jadi pinter ngomong..)
iya bener,kecewa itu akan menggumpal di hati. beberapa kali dalam sehari dia akan bereaksi. mengirimkan sinyal ke otak, otak mentransfer sinyal ke mata,akhirnya airmata meleleh..lagi..dan lagi…
kemudian otak bagi bagi sinyal ke perut,perut pun bereaksi,mual,mau muntah..akhirnya tidak selera makan..
otak akan membagi bagi rasa kecewa itu ke setiap ruas tulang,membuatnya lemah dan tak mampu bergerak. mengirimkan ke kepala,pusing..berdenyuttt..nyutt..nyuutt..nyyutt..
akhirnya jadi penyakit. dan penyakit itu belum ada obatnya. Dokter ahli sekalipun,walau dia berkolaborasi dengan psikiater terhebat sekalipun,takkan mampu membuat rumusan obat kecewa.
Panadol,paramex,ponstan,primpran,,itu hanya sementara…

Obatnya cuma satu.. IKHLAS…

Benerr,aku sering berharap (lebih tepatnya berkhayal..) bisa punya Jazz merah terbaru seperti milik sahabatku,tapi menyisihkan gaji bertahun-tahun pun aku tak kan mampu membelinya. Aku belajar bersyukur masih bisa menumpang di avanza yang penyok penyok itu..( enggak tau,kenapa mobil itu hobi nabrak dan di tabrak! )
tapi syukurlah,orang lain mungkin masih jalan kaki dan kena cipratan hujan…
Aku pasti berusaha bagaimana suatu saat bisa punya mobil sendiri,dengan plat initial nama sendiri,ntah pun itu sepuluh atau dua puluh tahun lagi,saat orang-orang sudah bawa mobil yang bisa terbang tanpa roda,aku dengan mobil yang masih nyecah di tanah..
aku akan berusaha sekuatku,
tapi…
andai suatu saat itu pun tak mampu kudapatkan,aku akan ikhlas ya Allah…

Aku juga berharap punya rumah megah plus kolam renang besar,
mungkin menjual rumah dan menabung bertahun tahun pun takkan mampu membangun istana itu.
tapi aku bersyukur,masih punya rumah mungil,beratap cinta beralas kasih sayang…
orang lain mungkin masih beratap langit beralas tanah..
aku akan berusaha suatu saat bisa punya istana yang lebih besar,tempat putri dan pangeran-pangeranku tumbuh besar..
tapi..
andai suatu saat itu tak ku dapatkan,aku akan ikhlas ya Allah..

Aku juga berharap,di saat usiaku masih 30an,aku sudah bisa melihat rumah Allah..
mungkin menyisihkan penghasilan atau jual warisan pun aku belum mampu berangkat ke Makkah..
tapi aku bersyukur,aku masih punya niat,masih punya usaha memperbaiki hati,memperbaiki iman,sebelum mengijakkan kaki di sana…
aku pasti berusaha,bagaimana suatu saat bisa jadi tamu Allah,menjadi haji mabrur,walau tidah ONH plus,ONH minus pun jadi, :-)…yang penting bisa meletakkan dahiku di depan ka’bah…
aku akan berusaha sekuatku,
tapi…
andai suatu saat itu pun tak mampu kulakukan,aku akan ikhlas ya Allah…

Aku pun berharap,sejak beberapa tahun yang lalu,sekarang,sampai tuaku nanti,aku tak akan pernah bercerai berai dengan suami dan anak-anakku..
Mungkin dengan usahaku sendiri,tanpa ridho Allah,aku tak kan mampu punya keluarga dan rumah tangga yang utuh…
tapi aku bersyukur,Allah meng-anugrahiku hati yang kuat,suami yang bisa beri semangat,anak-anak yang hebat (..dena,dean,afiif… kalian adalah malaikat malaikat yang selalu menjaga langkahku nak..)
aku selalu berusaha,kalian tetap berada dalam pelukan ku,kalian akan tetap melihat senyum ku dari bangun pagi sampai tidur nanti…
aku akan mengendong kalian di punggungku,akan kubawa kalian sampai bisa melangkah dan menentukan arah sendiri…agar tangan kalian bisa menyuapiku saat ku tak lagi bisa makan dengan tangan sendiri,agar kalian bisa menopangku,saat ku tak lagi mampu berdiri..takkan ku lepaskan genggaman tanganku sayank,,walau tubuhku semakin rapuh dari hari ke hari….
tapi..
andai suatu saat itu pun tak ku terima,aku akan ikhlas ya Allah!!!

Mungkin penghujung April ini adalah saat yang tepat untuk belajar bersyukur…belajar ikhlas…
percayalah,seperti kata saudaraku,, REZEKI ITU TIDAK AKAN PERNAH BERPINDAH…(im agree with you,makreza..)
seperti kata sahabatku,YAKIN ITU SEPARUH BISA! ( Puji,i kept it in my mind..)
seperti kata mamak angkatku SEMUT AJA DI BERI ALLAH REZEKI,APALAGI KITA MANUSIA YANG BERSUAMI,BERISTRI,BERANAK? ( God bless You,opung nisa!)
seperti kata bapakku, TUHAN TIDAK PERNAH TIDUR (..sukses bolang ya..)
dan seperti kata ayah afif, DI BALIK KESULITAN ADA KEMUDAHAN (cheers yah!)

p e a c e!

sumber : Ratna Reborn
ratna
Iklan

2 comments on “Sebuah Catatan Facebook Tentang Belajar Ikhlass…

  1. Setiap membaca tulisan spt ini air mataku meleleh karena terharu. Semoga penulisnya mendapat berkat n rahmat dari Allah, amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s