Tips Merawat Baterai Agar Tahan Lama

02

Perawatan yang buruk dan teknik charging yang salah dapat merusak baterai. 
HIP mengungkap tips & trik yang membuat baterai telepon seluler, notebook,
MP3-player, dan digicam Anda berusia lebih panjang. Selain itu, Anda juga dapat
membaca apa saja yang harus diperhatikan ketika membeli baterai dan charger-nya. 
Sekali bunyi beep terdengar, lalu perangkat mati. Baterai Anda ‘menghembuskan 
napasnya’ yang terakhir dan tidak dapat digunakan lagi untuk selamanya. Matinya 
baterai—bukan sekedar habis isinya—pada telepon seluler, PDA, notebook, atau 
MP3-player jelas teramat sangat menjengkelkan. Sebuah angket online yang 
diselenggarakan oleh CHIP International yang diikuti 4.500 responden telah mengungkapkan 
bahwa baterai sering menjadi masalah.Hampir 75% responden mengeluh karena baterai 
mereka terlalu cepat melemah. Padahal, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk memancing
keluar seluruh persediaan tenaga baterai dan membuatnya hidup lebih lama. Anda
hanya perlu mengetahui bagaimana cara merawat dan melakukan proses pengisian 
(charging) yang benar. Saat ini ada empat tipe baterai yang umum digunakan, yaitu
nickel-cadmium (NiCd), nickel-metalhydrid (NiMH), lithium-ion (Li-Ion), dan
lithium-polymer (Li-Poly). Varian berbahan nickel lebih murah dan kuat, tetapi
bobotnya lebih berat. Varian berbahan lithium harganya lebih mahal, tetapi ia
lebih ringan dan perawatannya lebih mudah. Saat berbicara soal baterai, kita
harus memahami empat istilah teknis utama, yaitu kapasitas (dalam mAh),
kecepatan charging (C), hambatan internal (miliohm, mΩ), dan efek memori atau
lazy battery. Penjelasan tentang istilah-istilah ini dapat Anda baca dalam boks
di halaman berikutnya. Informasi menarik mengenai teknik charging dapat Anda
baca dalam boks di halaman lain artikel ini. Di sana juga diuraikan bagaimana 
charger modern mengisi baterai hingga penuh. Selain itu, dalam boks di sebelah, 
CHIP juga menjelaskan apa saja yang perlu Anda perhatikan ketika membeli baterai 
dan chargernya agar baterai Anda panjang umur. 
 
TIPS UNTUK BATERAI NICKEL
Baterai NiCd dan NiMH
adalah yang termurah, terkuat, dan terpanjang usianya 700 hingga 1.000 kali
(siklus) charging. Tidak benar bahwa baterai nickel lebih cepat melemah
dibandingkan lithium. Yang terjadi malah sebaliknya, terutama jika Anda
mengikuti tips-tips berikut ini.
 
1. Menghilangkan efek memori dan lazy battery
Dengan charger tipe cepat yang dikendalikan komputer, Anda dapat memulihkan baterai
NiCd dan NiMH ke kondisi seperti baru. Di samping fungsi pengisian baterai, charger 
jenis ini juga memiliki fungsi untuk mengosongkan baterai discharging). Dengan fungsi ini, 
baterai dikosongkan hingga 0,9-1 volt lalu discharge dengan kecepatan 1 C. Proses ini diulang 2 
hingga 3 kali para pakar menyebut proses ini sebagai cycling atau training. Dengan perlakuan 
seperti ini, efek memori atau lazy battery akan hilang dan baterai kembali ke kondisi sempurna.
2. Memulihkan baterai lemah tanpa fungsi discharge
Baterai lemah juga dapat dengan mudah Anda pulihkan dengan charger cepat yang 
tidak memiliki fungsi discharge. Pasang baterai dalam perangkat dan nyalakan terus 
hingga ia benar-benar kosong (matikan fungsi power saving perangkat Anda). Setelah
kosong, isi dengan fast-charger hingga penuh. Ulangi proses ini 2-3 kali agar
efek memori dan lazy battery hilang. Namun cara ini hanya berlaku jika charger
Anda memiliki kecepatan pengisian 0,5-1 C.
3. Baterai NiCd lebih tahan pada suhu rendah
Pada suhu di bawah nol derajat celsius, baterai mini NiMH hanya mengeluarkan 
50-70% energi yang dimilikinya. Suhu rendah menghambat proses kimia konversi energi.
Bahkan, dengan beban rendah pun baterai masih akan cepat 'pingsan'. Sebaliknya, baterai
NiCd tidak mengenal masalah serupa dan lebih mampu bertahan di udara dingin.
Karena ukurannya sama, Anda dapat mengganti NiMH dengan NiCd sesuai kebutuhan.
4. Jangan mengisi penuh baterai NiMH dengan charger NiCd
Sebaiknya Anda tidak menggunakan charger NiCd untuk mengisi baterai NiMH. Jika dipaksakan, 
baterai Anda akan di-charge melampaui batas dan kepanasan. Kurva charging kedua jenis baterai
memang mirip, tetapi puncak tegangan pada MH lebih rendah dibandingkan Cd
(lihat grafik di bawah). Karena itu, sistem penghentian arus otomatis dalam charger 
MH bereaksi lebih dini. 

01
5. Teknik charging modern sesuai jenis baterai
Kapasitas baterai berbasis nickel hanya dapat dimanfaatkan secara maksimal jika ia 
di-charge dengan kecepatan minimal 0,5-1,0 C. Selain itu, setiap tiga atau lima siklus 
ia harus dikosongkan sepenuhnya. Dalam kondisi ekstrim, jika baterai dan charger 
tidak cocok, dari kapasitas 700 siklus (pada MH) atau 1.000 siklus (pada Cd), yang dapat 
digunakan hanya 30 atau 50 siklus. Produsen baterai telah mengetahui masalah tersebut 
dan segera bereaksi.

TIPS UNTUK BATERAI LITHIUM
Baterai lithium memiliki reputasi yang baik. Dengan kapasitas yang sama, beratnya hanya 
setengah dari baterai nickel. Perawatannya juga lebih mudah, karena ia tidak mengenal efek
memori. Sayangnya, baterai lithium hanya menawarkan 300-500 siklus charging, padahal 
harganya lima kali lipat lebih mahal dari baterai Nickel.
 
1. Memperpanjang daya tahan dengan update firmware
Perangkat-perangkat bergerak yang baru beredar kadang terlalu cepat mati dan tidak 
seluruh kapasitas baterainya dapat dimanfaatkan. Sebagai contoh, sebuah baterai 
lithium 3,6 volt dapat menyediakan energi hingga tegangannya turun mencapai 3 volt 
setelah itu ia harus dicharge. Namun, sebuah perangkat portable keluaran baru sudah 
mati pada tegangan 3,3 volt. Artinya, 30% kapasitas yang masih tersedia tidak termanfaatkan. 
Kesalahan bukan terletak pada baterai, melainkan pada perangkatnya. Rangkaian 
sensor baterai dalam perangkat tersebut telah menetapkan bahwa tegangan kerja ada 
di atas 3,3 volt. Di bawah itu, secara otomatis ia akan mati. 
Jika perangkat Anda lebih cepat mati, padahal dalam spesifikasi tercantum masa guna 
yang lebih lama, update firmware kemungkinan dapat membantu. Hampir semua produsen 
telepon seluler, PDA, notebook, dan digicam menawarkan update firmware di Internet.
2. Menyimpan baterai dengan benar
Jika sebuah baterai lithium tidak akan dipakai selama beberapa minggu atau bulan, Anda 
harus menyimpannya dengan benar agar tidak cepat rusak. Perhatikan! Sebelum menyimpan, 
baterai diusahakan dalam keadaan setengah penuh (saat digunakan menunjukkan 40-50% 
pada display). Dengan demikian, Anda mencegah baterai menjadi sama sekali kosong 
selama disimpan. Keluarkan baterai dari perangkat dan simpan pada suhu 15-18 derajat
celsius. Dengan cara ini, proses kimiawi antara elektrolit dan elektroda lithium berjalan lambat. 
Sebelum digunakan kembali, terlebih dulu isi baterai hingga penuh.
3. Menyingkirkan masalah dengan karet penghapus
Jika telepon seluler tiba-tiba mati ketika Anda menekan tombol-tombolnya untuk menghubungi 
sebuah nomor padahal baterai terisi penuh masalahnya mungkin terletak pada kontak yang
buruk akibat debu atau oksidasi. Pada saat dialup, sesaat arus besar mengalir, tetapi 
mendadak terputus karena kontak yang buruk. Keluarkan baterai dan bersihkan kontaknya 
dengan hati-hati menggunakan karet penghapus pensil (misalnya, Staedler). Jangan gunakan 
penghapus bolpen yang mengandung gelas, karena akan mengikis kontak. Setelah itu, 
semprotkan sedikit contact-spray (misalnya, Kontakt 60). Biarkan beberapa menit, lalu 
keringkan dengan kain lap untuk kacamata. Setelah itu telepon seluler Anda akan berfungsi 
kembali dengan baik. Pada suhu ruang, sebuah baterai lithium hanya dapat bertahan 
selama 3 tahun—digunakan atau tidak. Seiring waktu, elektroda dan elektrolit akan aus. 
Bidang efektif elektroda mengecil. Akibatnya, hambatan internal meningkat sehingga pada
pembebanan tinggi energinya tiba-tiba habis. Baterai hanya tahan dioperasikan selama
beberapa menit.
Karena ukurannya yang kecil dan kurang ventilasi, dalam notebook dihasilkan banyak 
panas yang akan memanasi baterai hingga mencapai 50 derajat. Panas mempercepat 
aus dan baterai lebih cepat rusak daripada yang seharusnya. Setelah 6 bulan, baterai 
lithium kehilangan 1/3 kapasitasnya jika disimpan pada suhu 50 derajat. Setelah satu 
tahun, kapasitasnya hanya tinggal 50%. Jika Anda sering mengoperasikan notebook 
melalui stop-kontak, keluarkan baterai agar tidak kepanasan dan tidak di-charge terus
menerus. Usianya dapat dua kali lebih panjang.
Sumber : Majalah Chip 
Iklan

3 comments on “Tips Merawat Baterai Agar Tahan Lama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s